Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Aktifitas PI Saijo’ Category

Pasca Ramadhan

Assalamualaikum wr wb

Pengajian PIS memasuki akhir bulan syawal yaitu 24 september 2011 diisi Oleh Pak Yudi Aditya yang sebentar lagi akan pulang ke Tanah air karena sudah menyelesaikan studynya.

Saya rangkum sedikit mengenai materi yang disampaikan Pak Yudi

– Agama Islam adalah agama yang ditengah-tengah,maksudnya agama yang tidak memberatkan umatnya

-Hal-hal yang dipelajari dalam bulan ramadhan:
1. kebersihan aqidah
2.Beribadah yang benar
3.Akhlak yang benar
4.Fisik Kuat
5.Kesungguhan dalam ibadah
6.teratur dalam urusan

Sesi pertanyaan dari mba ani,mba anis, mba tari yang baru datang beliau istrinya ketua KMIH Hiroshima yaitu pak zaenal, semoga betah ya mba^_^, bu wiji dan mba yayas

Pertanyaan sekitar mengenai keluarga, bagaimana cara memberitahu keluarga kita untuk menjalankan ibadah tepat waktu? Bolehkan shalat sambil duduk di bandara karena belum terbiasa/khawatir dengan orang jepang yang melihat dsb

Setelah materi adalah sesi yang ditunggu-tunggu yaitu makan-makan.
Menunya siomay dan spagheti

Cemilannya wihhh aneka rasa, ada okonomiyaki, gorengan, snack tentu minuman

Pengajian ini di rumah mba yayas sekalian lelang barang2 mba yayas yang akan pulang juga

Iklan

Read Full Post »

Assalamualaikum wa rohmatullahi

Ceritanya mau laporan nih, tentang kegiatan cooking class PIS, yang kali ini mba Mia bersedia jadi Hostnya….Domo arigatou..mba Mia yang cantik atas kebesaran hatinya…karena bersedia apatonya  dibuat sedikit acak-acakan  sama mba2 dan ibu2 cantik Saijo (kok sedikit sih..banyak acaknya kalee…hehehe..)

Sebenernya  mo niat  bikin laporan kegiatan cooking class ini langsung setelah acara diadakan,..tapi apa nyana…secara tiba2 jepun ditimpa bencana besar tepat sehari sebelum acara berlangsung, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, jauh sih jaraknya dari Saijo, tapi berdampak mental lumayan dahsyat…Tsunaminya konon terbesar dalam sejarah dunia, lebih dahsyat dari tsunami Aceh…ASTAGFIRULLAHAL ADZIM..makanya baru sempet sekarang deh bikin laporannya, disaat hati sudah sedikit agak tenang…Alhamdulillah

Seperti yg sudah2,  mba Mia selalu menyediakan suguhan yang sangat menggugah selera, soto Ayam, ikan bakar, pepes ikan,..plus rujak sugerrnya..hhmmm…laziizun jiddan..alias enak banget, makasih sekali lagi mba Mia…

Tema cooking class kita kali ini…sesuai permintaan dari beberapa ibu2 PIS,yaitu bikin chees cake dan belajar dasar tekhnik2 menghias keki…hehehe…menghias keki ….biar tambah multilanted katanya…nih hasil jepretan yang sempet keambil

Tuuuh…cantik2 khan hasilnya…pict nya sengaja diperbesar yak…biar keliatan jelas…heheheh

anak2 sukaaa banget chees cakenya dibentuk muka badut sama mama caca alias tante dini yang sekaligus senpai chees cakenya…

Gaya elegancenya ummi Nelis

Cerah Ceria persembahan tante Sofy yg Imut

Aplikasi coklat serutnya tante Sukma

Kreasinya aku….

oya..selain acara cooking class, PIS kali ini juga spesial banget, karena ada pemberian kesan dan pesan dari 2 orang Senpai yang telah rampung tugasnya menemani suami tercinta study di Saijo, yaitu mba cristin dan T imee,…hiks..hiks…sediiiihhh….banget…

Thanx a lot ya T Imee dan Mba Cristin akan kebersamaan yang selama ini kita jalani,…InsyaAllah semoga dilain waktu Allah mempertemukan kita kembali…tentunya dalam hal yang terbaik yang kita harapkan…bertemu dalam keadaan kondisi yang lebih baik…Amiin…Allahuumma Amiin…

Pemberian Omiyage untuk  T Imee, sudah duluan di edisi PIS sebelumnya….yaaak…ayo2 Bunda Imee..ditunggu laporannya yaaaak…

walau sudah di Indo juga ga napa2..hehehe…

Oya…ibu2 PIS mau ikutan mezeng juga katanya di BLOg..hehe…, gang cooking class kamisan zaman bu dokter dece meiriesa juga ikut memeriahkan lho…

berikut wajah2 ceria peserta cooking class…

Ada generasi calon PIS juga ternyata yang pengen ikut mezeng…^_^

Sekian dulu laporan hasil tangkapan matanya….mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat yaaak..untuk mba2 mudah2an pengetahuan yang didapet kali ini dalam soal bikin chees cake dan seni menghias cake, bisa jadi sarana memperlancar pencarian jodoh..heeheh..uuupppss…siapa tau aja pas camer dikirimin cake yang lezat hatinya bisa jadi lumer..mer..mer…hehehe. Dan buat ibu2nya bisa tambah disayang mertua,suami juga anak2 serta keluarga…amiin..aminn…

Hampiiirr lupaaaa…the last but not least…trimakasih sangat kepada para ayah, mba Sari dan mba Lily yang sudah bersedia mengantar dan jemput para peserta ke Temat mba Mia…hhmmm..Allah yg akan membalas semuanya Amiin…

Edited by Nita ummu naisma

Read Full Post »

PIS 12/02/2011



Alhamdulillah pengajian pekan ini berjalan lancar walaupun tadinya sempet ketar-ketir, temu kangen dan kajian ilmu kita tidak bisa terlaksana (sebenernya yang paling ketar ketir sang empunya rumah..kedip buat mbak dika, karena takut hidangan yg sdh dipersiapkan tidk termakan oleh ibu2 cantik saijo)  cuaca hri ini  memang lumayan bikin kita jadi enggan u melangkahkan kaki keluar, selain salju yang cukup deras, anginpun bertiup sangat kencang, wiihhh, subhanallah.

Kali ini hidangannya ala western…hmmm yummy..Pizza, spagethi, plus meat sauce yg extra banget meatnya,..hehehe..eh..iya ada chicken katsu juga..and ada kue tradisional ala australia…juga, hmmm…pasti pada ngiler yak dengernya…:) ini hidangan dari sang empunya rumah, belum aneka hidangan laziiz dari para Saijoers, yang ga bisa ke absen satu2…ngomong2 ini mo parade makanan apa pengajian ya..hehehe…dsar ibu2…emang ga komplit ya klo pertemuan ga ada hidangan penggugah seleranya…yang penting Niatnya dikarenakan mencari ridho Allah…everything its OK insyaAllah…
Bagi sahabat yang tidak bisa hadir hari ini, karena satu dan lain hal…berikut saya ikhtisarkan materi kajian hari ini, yang dibawakan oleh ibu muda dan cantik yaitu teh Nelis, dengan tema “Darah2 yang menimpa wanita” , mudah2an bisa bermanfaat
mohon koreksinya bila ada yang salah, , dan maaf klo engga lengkap ….

Riwayat yang sampai bahwa para ulama membutuhkan waktu 9 tahun khusus untuk mengkaji masalah ini.
Menurut sebagian ulama darah wanita dibagi menjadi 4, yaitu
1. Darah yang suci (darah keperawanan)
2. Darah Haidh
3. Darah istihadhoh
4. Darah nifas
Sebagian ulama lagi berpendapat darah wanita di bagi menjadi 3, yaitu:
1. Darah yang suci
2. Darah Haidh
3. Darah istihadhoh

1. Darah HAidh : Darah kebiasaan wanita yan berasal dari dasar rahim

-) Ciri2 darah haidh:Merah kehitam-hitaman dan berbau has
-) Cara menentukan haidh ada 2 cara, yaitu dgn ;

  • Adat kebiasaan kita
  • Dengan Tamyiz (menentukan dilihat dr ciri2 darah)

-) Cara mengetahui adat haidh kita yaitu dngn cara memperhatikan adat kebiasaan/siklus haidh kita selama 3 bulan berturut2
-) Cara menentukan selesai haidh ada 2 cara

  • Qishosul baydho, atau keluarnya cairan bening seperti putih telur
  • Al-jufuf: memasukkan kain sutra, katun atau kapas kedalam bekas keluarnya darah, bila tidak ada bekas sisa2 darah, tandanya haidh kita sudah selesai


2. Darah istihadhoh: Darah yang keluar melebihi adat kebiasan yg biasa kita alami, berasal dari urat rahim yg pecah.ciri2nya, berwarna merah encer, kuning keruh, atau coklat.

-) hal yg diperbolehkan saat istihadhoh:

  • Sholat
  • Puasa
  • Berhubungan badan

-) cara bersuci saat istihadhoh:

  • pendapat sebagian ulama menetapkan agar mandi setiap akan hendak menjalankan sholat
  • sebagian lagi berpendapat cukup dngn mencuci bekas jalan darah dan berwudhu
  • melaksanakan sholat dngn cr jama suri, mis waktu dzhur dikerjakan diakhir dan waktu ashar dikerjakan di awal

demikian, semoga bermanfaat

wallahu alamu bi showab

Edited by Nita Ummu Naisma
 

Read Full Post »

Sekedar ingin berbagi cerita dan menyimpan kenangan tentang PI Saijo yang selalu menghangatkan hati dan mengingatkan diri bahwa `kita tidak sendiri di sini`.

Pengajian pertama di tahun 2011 ini  diadakan di kampung melayu. Tepatnya di apartementnya Mbak Widji. Sabtu siang hari itu cerah sekali, tapi ibu-ibu yang solehah tetap memilih ke pengajian dibanding jalan-jalan 😉 (padahal mumpung cerah loh).

Seperti biasa, pengajian diawali dengan membaca Al quran dan artinya. Dan seperti biasanya juga diselingi nyicip2in kue-kue lezat hidang ibu PI Saijo ;). Setelah itu materi diisi oleh Pak Endan. Materi yang singkat namun mampu mengena di hati.

Kurang lebih beginilah isi dari materi sabtu itu :

FIRST KHUTBAH

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

All thank, praise and gratitude is due to Alláh, Lord of the universe, We praise Him and we seek help from Him. We ask forgiveness from Him. We repent to Him; and we seek refuge in Him from our own evils and our own bad deeds. Anyone who is guided by Alláh, he is indeed guided; and anyone who has been left astray, will find no one to guide him.

We bear witness and testify that no one is worthy of worship beside Alláh, the Only One without any partner; we also bear witness and testify that Muhammad sws, is indeed the servant, slave and messenger of Allah. May Allah swt stresses peace mercy blessings and salutations be on our beloved prophet Muhammad SAW, his family, his friends and those who are correctly following the guidance until the day of judgment.

My beloved brothers…

In the above ayah, Allah has given us a command:

“O ye who believe! Fear Allah as He should be feared, and die not except as Muslim.”

In this verse, Allah has commanded us to fear Him, with the truly correct meaning of fear. And He also commanded us not to die except as Muslim.

This great command of Allah, the command of being dead as Muslim is not a simple command. Don’t ever think that we will pass this command in such an easy way. Why to die as muslim is not simple? There are at least two reasons: Firstly, because iblis, the King of shaitons, has sworn in front of Almighty Allah:

(Iblîs) said: “Because You have sent me astray, surely I will sit in wait against them (human beings) on Your Straight Path (16) Then I will come to them from before them and behind them, from their right and from their left, and You will not find most of them as thankful ones (i.e. they will not be dutiful to You).”

Iblis think that we, human beings, represented by NabiuAllah Adam AS, are their rivals, their competitors, their adversaries. Because the existence of Adam has made iblis been expelled from paradise forever. That’s why iblis will put their best efforts to bring us with them going to the hell. Na’udzubillah.

The second reason why to die as muslim is not so simple, because Allah SWT has said:

Alif Lam Mim. (1) Do people think that they will be left alone on saying “We believe” and that they will not be tested? (2) We did test those before them, and Allah will certainly know those who are true from those who are liars.

Don’t ever think that Allah will let we die as Muslim before He brings us many tests in our life. Don’t ever think that everybody who is currently Muslim will die as Muslim too.

My beloved brothers,

In our life, Allah SWT has given us many tests. By giving the tests, He wants to know which one of us are the true believers and which one of us are the liars. Allah would test us with our iman, with our patience, with our money, with our time… with our loyalty, with our true love to Him.

And how about our knowledge? I mean our knowledge about this religion? Will it also be tested? The answer is definitely yes, becaus knowledge is the foundation for everything. Knowledge about religion is very fundamental for our iman and its implementation in our ‘amal (good deeds). The knowledge can determine the quality and the rightness of our iman and amal. And knowledge is very important to save our life from the doubtful ideas and tricky questions from shaithons during our life, most particularly during our sakaratul maut. Knowledge is the number one in Islam before everything. Therefore Allah SWT has started the revelation of qur’an with the word: “Iqra’” to emphasize the importance of seeking knowledge in Islam.

Later on Al-Imam Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari rahimahullah who has excellently compiled the collection of hadith in his great and outsanding book called “Shahih Bukhari”, he started writting the book with the chapter called: “Al’Ilmu qoblal qauli wal ‘amal”. (Knowledge is the foundation before saying and doing anything.”

If we don’t have enough knowledge about God, the Almighty Allah swt, His Characters, His names, His Powers, His Kingdom, His Greatness, His Commands and so on, then Shaithons may attack us from this side. If we don’t have enough knowledge about quran, shaithon may attack us from this side. If we don’t have enough knowledge about the authenticity of hadith, shaithon may attack us from this side. Shaithons always bring us many shubhats (doubtfulness) about everything in our life.

My beloved brothers…

I remind myself and all of you that shaithons will put their best efforts to misguide us even until the last minutes of our life. Shaitons will not be desparate in misguding us. And please remember that we never know when is our last minutes. It could be today, it could be tomorrow or could be the day after and Allah knows better about it.

Sakaratul maut (the final process of death) is the limited and critical time. Shaithon and his companions will come to you, they may come to you with something very beautiful and full of hopes, just to make you die as an unbeliever. They may offer you with something that is confusing your heart. They may ask you with many difficult and doubtful questions, and they may attack you from the weak parts of your iman (faith).

Sakaratul maut is the final process of death and it is the last chance for shaithon to mislead and to make temptation to every humankind. Shaithon and his companions will put their terrible effort to mislead that person, and even sometimes shaithons are able transfigure and resemble the faces of our father and mother.

Al-Imam Ibrahim bin Muhammad bin Muflih al-Maqdisi al-Hambali rahimahullah in his book Mashaaib al-Insan min Makaa-id al-Syaithan in Chapter 22 describes how shaithon and his companions put their final effort to mislead the dying person before his death. In that chapter, the author of the book brings one hadith narated by Abu Dawud rahimahullah in the book Sunan Abu Dawud that when a Muslim is facing sakaratul maut Iblis will give commands to his best troops and soldiers and say: “Do your best effort right now, because if you fail now you will not have any more chance to mislead that person.”

Another hadith narated by Al Imam Abu Nu’aim rahimahullah from Wailah bin al-Asqa’ radhiallhu‘anhu that Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam said: “Give guidance to the person who is facing the death with the sentence Laa Ilaaha Illallaah and make him happy with a good news from heaven. Truly even for a pious person, man or woman will be confused when he or she is facing the death and being tempted. Truly at that time shaithon is much closer to the dying person while at the same time when he looks at the Angel of Death He looks like a thousand of swords.” (au kama qola)

Abdullah bin Ahmad, the son of Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumallah said, “I was present besides my father when he was facing his death. I brought a towel to tie up his beard and he was unconscious. And a while later when he became conscious, he said, ‘not yet, not yet!’ He pronounced that words several times. And I asked him, ‘O my father, what are you looking at?’ He answered, ‘shaithon was standing up in front of me and he bitted his own fingers and he said, ‘I’ve failed in misleading you Ahmad.’ but I replied to shaithon, ‘Not yet, until I completely die’.”

Al-Imam Abu Hasan al-Qabisi rahimahullah in his book Risalah Ibnu Abi Zaid explains that when someone is facing sakaratul maut there will be two shaithons sitting downs beside his head and keep whispering to mislead the person, one at the right side and the other one at the left side. The one on the right side transfigures his father’s face and says, “my son, I love you so much. Later if you die, please die in the Christianity because it is the best religion.” And the one on the left side transfigures his mother’s face and says, “my son, you were living in my womb, you were drinking from my breast, and you were sleeping on my lap, and I want to ask you one thing if later you die please die as Jews, because it is the best religion.”

Al-Imam Ghazali rahimahullah said that at that crucial time Allah will guide whoever He wants to guide and Allah will leave astray whoever He wants to leave astray. That’s why Allah has commanded us during our lifetime to constantly pray the specific pray stated in the qur’an Surah Ali Imran verse 8:

(They say): “Our Lord! Let not our hearts deviate (from the truth) after You have guided us, and grant us mercy from You. Truly, You are the Bestower,”.”

Meaning that, O Allah don’t make our heart tends to deviate from the truth at the final process of the death (sakaratul maut) after you have been guiding us for a long period of time.

If Allah wishes to make guidance on a dying person, then He will give mercy on him and the Angle Jibril will come to exile the shaitons from the face of that person and say, “(Ya mukmin) O the one who believe, they are your enemies from shaitons, please die by taking with you this true and strait path religion and Muhammad’s way of life.”

Al-Imam Ibnu Al-Jauzi rahimahullah in his book Shaid al-Khathir said, “I advice myself and also to anyone who can hear this advise, be strong in your sakaratul maut – la haula walaa quwwata illa billah –because the temptation and whispers from shaithons during sakaratul maut is very tricky, terrible and confusing. We seek refuge in Allah guidance and to be strong in this critical time ever in our life.” Wallahu ta’ala ‘alam. Washolatu wasalamu ‘ala Rasulillah. Walhamdulillahirobbil ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

SECOND KHUTBAH

My beloved brothers,

I remind myself and all of you, be caution with the existence of shations in our life, because shaithons recognize us very well, they have been living with us since we were born. They know what we like and they know what we don’t like. They know in which parts we are strong and in which parts we are weak. They know in which parts of this religion that we are still lacking of knowledge so they may bring us many shubhats (doubtfullness) from this weak point.

An above all things my brothers, shaithons have an ability to enter our blood system. As you know, blood flows to every part of our organs and nerve systems, including our brain and our heart. From these organs, shaithons are sending their bed messages to confuse our faith, to obscure our belief, and to drive our desires.

Don’t ever think that our activity, our ibadah, our amal, our sin, our bed deeds, are not related to the sakaratul maut event. Don’t ever think that our lack of knowledge about this religion is not related to that crucial time ever in our life. Yes indeed it is much definetly related.

My beloved brothers…

Seek knowledge of Islam as much as we can do to eliminate the shubhats from shaithons. Yes of course, what we are doing here in Hiroshima is also part of seeking knowledge. But seeking knowledge about our religion, our God and anything related to Islam are the ones that can purify the quality of our iman, increase the rightness of our amal and most importantly to defeat shaithon during sakaratul maut.

Wallahu ta’ala ‘alam. Washolatu wasalamu ‘ala Rasulillah. Walhamdulillahirobbil ‘alamin.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ بِكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

Demikian kurang lebih materi dari  yang disampaikan dengan singkat padat dan tentunya dengan bahasa indonesia :)).

Setelah mendengarkan materi,  waktunya `menyikat` hidangan yang lezat dari tuan rumah nyam nyam nyam.

Read Full Post »

mbak Widi, mbak Kis, uni Fani, teh Ida, mbak Ida

mbak Widi, mbak Kis, uni Fani, teh Ida, mbak Ida

Selamat jalan mbak Widi, mbak Kis, uni Fani, teh Ida, mbak Ida …
Selamat bertugas kembali di negeri tercinta
Terima kasih untuk kebersamaan yang penuh canda
Yang pasti tak kan berwarna tanpa senyum “agak bingung” mbak Widi; humor mbak Kis dan uni Fani; tip-tip KB teh Ida; partisipasi mbak Ida (??)
Pastinya seneng bisa berlebaran di kampung halaman
Salam buat si ketupat yaa …

Petang itu, Sabtu 21 September 2008, di gedung JICA, PI Saijo mengadakan sayonara party untuk 5 anggotanya yang akan pulang ke tanah air. Acara utama adalah berbuka bersama di restoran “halal food” JICA, dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol, kesan pesan dari 5 anggota yang segera akan menjadi alumni dan juga dari anggota lain yang masih nunggu luuuuama untuk menjadi alumni, penyerahan souvenir (hingga sekarang masih penasaran mode on, apa yach isi kotak berwarna biru itu) dan aktifitas wajib berakting bersama di depan kamera.

PI Saijo in action

PI Saijo in action

Tulisan di atas disalin dari:

http://nanik.wordpress.com/2008/09/27/sayonara-party-21-sept-jica/

Read Full Post »

Hanya melalui diskusi online usai Tadzarus, nggak pakai rapat2xan formal (kedip mbak Nisfu); terlaksanalah acara Pesantren Kilat untuk PI Saijo Juniors pada hari Sabtu, 20 September 2008, jam 09:00 sd 13:00 di Chuokouminkan lantai 2 ruang nomor 1. Sugoi! Salut buat seksi super sibuk acara ini, trio “Rida Sita Dewi”-nya PI Saijo, mbak Hendri, mbak Nisfu, mbak Piti. Acara Sabtu kemarin benar-benar heboh lho.

Ruangan sebelum dipermak
sedang menghias
sedang menghias
ruangan sudah mirip musholla
ruangan sudah mirip musholla

Salah satu ruangan di Chuokouminkan, yang awalnya hanyalah ruang kelas biasa, disulap menjadi mushola kecil yang cantik. Semua bangku dan kursi dipinggirkan, sebagai gantinya dipasang karpet di tengah ruangan. Hiasan “Ahlan wa Sahlan”, susunan acara dan spanduk ditempel di dinding dan di papan tulis. Layar OHP dipasang di salah satu ujung ruangan, sehingga anak2x bisa melihat tayangan video dengan jelas. Tak ketinggalan, dipasang pula perangkat audio untuk memper-merdu suara bapak/ibu pemandu acara 🙂 Eits, masih ada lagi, kalung pokemon untuk setiap peserta dan kartu peraga untuk belajar huruf hijaiyah juga ada lho. Benar2x komplet! Kalau dianalogikan dengan makan rawon niih …; maka nasi, kuah dan daging rawon, menjeng atau tempe goreng, toge (pendek), sambal terasi dan kerupuk udang, semuanya ada.

Pernak pernik
Pernak pernik
Peserta termuda
Peserta termuda

Sayang, tidak seluruh PI Saijo Junior bisa hadir. Ada yang sedang sakit atau mempunyai kesibukan lain. Total peserta 11 anak, sbb (diurutkan dari yang paling tua): Nabila chan, Hani chan, Trisha chan, Hanna chan, Tiya chan, Rafiif kun, Roy kun, Farid kun, Fida chan, Taqi kun, Lia chan. Peserta tertua 9 tahun dan termuda 8 bulan.

Acara pertama, pembukaan, dibuka oleh mbak Nisfu. Berikutnya, uraian tentang “Makna Ramadhan dalam Bahasa dan Perspektif Anak”, disampaikan oleh ustadz Taufik Djatna, dibantu oleh co-ustadz Aan. Seru deh (baca: “capek deh …”, sambil mengusap jidat), melihat bapak2x ustadz berebut microphone dan berebut bicara dengan para peserta yang semuanya pinter2x.

cerita
Ustadz & co-ustadz, in action

Terus, “Cerita tentang Ramadhan”, disampaikan oleh mbak Nisfu, berbarengan dengan pemutaran video “Upin dan Ipin” yang keren habis. Kalau tertarik, videonya bisa ditonton di sini. Selanjutnya, “Belajar Iqra” yang dipandu oleh mbak Piti, mbak Umi, teh Titin dan mbak Nanik. “Belajar Wudhu” dipandu oleh mbak Nanik, diawali dengan pemutaran video wudhu, dilanjutkan dengan games dan praktek gerakan wudhu bersama-sama. “Belajar Sholat” dipandu oleh mbak Piti, diawali dengan pemutaran video sholat , dilanjutkan dengan praktek gerakan sholat bersama-sama. Terakhir, acara penutup, diisi dengan do’a, pembagian hadiah dan foto bersama.

asyik menonton
asyik menonton video

Senang sekali melihat antusiasme anak2x dalam mengikuti keseluruhan acara Pesantren Kilat. Mudah2xan ”Ramadhan yang ceria” membekas di ingatan mereka. Meski hanya setahun sekali (eh, tahun kemarin ada nggak ya?), mudah2xan Pesantren Kilat ini bermanfaat bagi mereka. Amin3x.

Tim sukses
Semua bapak, mbak dan teteh yang namanya tertulis di atas, plus
Teh Euis : meminjam ruangan di Chuokouminkan
Teh Rose : membeli hadiah untuk anak2x
Pak Gus Pur : memutarkan video
Pak Iyan : mengangkut orang dan perlengkapan ke/dari tempat acara (bhs kerennya sie transportasi 🙂 )
Pak Ferry : memasangkan layar proyektor

Otsukaresamadeshita ….

img_3197

foto bersama

Sumber tulisan : Liputan langsung dan mail2x ttg Pesantren Kilat di milis PI Saijo.

Tulisan di atas disalin dari:

http://nanik.wordpress.com/2008/09/23/pesantren-kilat-pi-saijo-juniors/

Read Full Post »

Minaga 2

Sebagian masakan yang sempat terjepret

Menjelang saat berbuka, peserta semakin banyak berdatangan. Hampir seluruh anggota PI Saijo beserta keluarga hadir. Mbak Hendri, Teh Euis, mbak Nanik, mbak Isma, mbak Fitri (Piti), mbak Nisfu, mbak Widi, mbak Anik-Dokhi, mbak Christin, mbak Titin, mbak Poppy, mbak Ida (dari Mihara), mbak Afni dan mbak Krisna. Karena hampir semuanya kebagian jatah memasak, maka hampir semuanya datang dengan membawa buah tangan andalan, seperti rendang, bakwan, bakso, sop, rempeyek, es teler, kerupuk udang, bihun goreng, ikan bakar, ayam goreng, risoles, pastel, apel dan banyak lagi yang lainnya. Hehehe … jadi ingat geng PKL (pedagang kaki lima) dekat rumah di Indonesia ) Btw, ada yang tertinggal nggak ya? Ah iya, mbak Mai absen. Kehadirannya diwakilkan kepada dua buah semangka endhut, yang sejak sehari sebelumnya sudah dititipkan (kedip mbak Mai).

Bapak2x/mas2x yang hadir juga banyak. Saking banyaknya sampai tidak bisa ingat semua (baca: tidak tahu namanya ) ). Yang diingat cuma yang caem-caem seperti pak Ade, pak Arno, pak Ferry, pak Gus Pur, pak Ludi, pak Iyan, pak Taufik, pak Soni, pak Dokhi, pak Dedi, pak Ardi, pak Tri, pak Nia dan suami mbak Afni. Buah tangan bapak2x kebanyakan minuman botol dan nasi. Hanya pak Taufik yang tampil beda dengan membawa sambel super pedas. Ada-ada saja idenya untuk membuat peserta ter-huuuah-huuuah kepedesan (hihihi …).

Meskipun banyak yang datang dengan membawa buah tangan, bukan berarti “membawa sesuatu” bersifat wajib. Datang orang saja sebenarnya sudah cukup, tidak perlu bawa macam-macam. Yang penting bukan buah tangannya, tapi niatan untuk mencari ilmu dan memperkuat keyakinan dengan buka bersama, tarawih berjamaah, tadzarus bersama, mendengarkan nasihat (ceramah) bersama. Untung kalau bisa dapat pahala lebih. Tapi, kebanyakan ibu2x mengincar bonus pahala dari jerih payah memasak. “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.” Kira2x dapet nggak ya Ibu2x? Mudah2xan yaaa. Amin3x.

Berbuka yuuuk!

Senangnya memperhatikan hampir semua peserta menikmati hidangan berbuka yang istimewa. Jika biasanya para bujangan (baik asli maupun lokal) berbuka sendirian di rumah dengan menú sederhana; seperti teh manis, nasi dan kreasi telor atau kreasi sambal (mungkin lho …); para bapak/ibu berbuka bersama keluarga; para pekerja berbuka bersama mesin2x di tempat kerja; hari ini, bisa berbuka rame-rame dengan menú aneka masakan khas Indonesia. Itu belum seberapa, sebentar lagi kerinduan untuk shalat tarawih berjamaah, tadzarus dan mendengarkan ceramah pun akan terpuaskan. Seluruh rice cooker berisi nasi, yang sebelumnya penuh, hampir semuanya menjadi bersih dan licin, kecuali satu rice cooker berisi nasi kuning yang nasinya tidak matang. Hihihi …. Mungkin ada kesalahan teknis saat bapak2x/mas2x memasak nasi kuning tersebut; mungkin mengisi berasnya kebanyakan, atau mengisi airnya terlalu sedikit, sehingga nasi tidak bisa matang. Bisa ditebak, rice cooker yang satu ini tidak bersih dan licin seperti teman2xnya yang lain.

Tadzarus

Sambil menunggu kedatangan pak Ustadz; yang menurut selentingan, kebablasan sampai ke Hiroshima eki, padahal teman yang menjemput menunggu beliau di Saijo eki; sebagian besar peserta melakukan tadzarus. Khusus untuk PI Saijo, melanjutkan bacaan Alqur’an yang setiap hari dibaca bersama dalam tadzarus online usai Subuh. Oh iya, Tadzarus online yang biasanya dimoderatori mbak Piti, merupakan aktifitas PI Saijo yang dijalankan sejak hari ke-3 (bener ya?) bulan Ramadhan.

Jam 21:30. Pak Ustadz masih belum datang juga. Banyak peserta yang dari awal berencana untuk tidak menginap, harus pulang sebelum mendengarkan ceramah. Gerbang masuk Minaga ditutup jam 22:00, sehingga siapapun yang ingin pulang, harus cepat2x supaya tidak ketutupan. Mbak Krisna termasuk orang yang sangat kecewa karena harus pulang tanpa mendengarkan ceramah. Mbak Krisna tuh, wanita Indonesia yang menikah dengan orang Jepang, dan sudah memiliki 2 anak perempuan; yang besar kelas 6 SD dan yang kecil berusia sekitar 3 tahun. Dia datang bertiga dengan anaknya, ikut rombongan mbak Afni dan suaminya. Dengan ikutan buka bersama, dia ingin anaknya (terutama yang besar) tahu bahwa yang melakukan shalat, puasa, bukan hanya mereka bertiga saja, tapi banyak orang Islam lain yang melakukan hal yang sama. Bisa terbayangkan, betapa berat perjuangannya untuk menjalankan rukun Islam dan menjadi panutan bagi anak2xnya di tengah-tengah masyarakat yang tidak sepaham. Ketika mbak Krisna mengatakan,”Tolong ya, bener lo ya, saya diajak kalau ada acara-acara seperti ini”, terbayang kerinduannya akan suasana kebersamaan Islami.

The most wanted person on that day, pak Ustadz Prof. ?? (lupa namanya), yang khusus terbang dari Indonesia, akhirnya datang juga. Setelah dijamu dengan nasi kuning setengah matang (mohon maaf pak Ustadz, bukan maksud kami untuk tidak menghormati bapak, tapi karena benar2x terpaksa, karena nasi yang lebih baik sudah tidak ada. kata pepatah, tidak ada rotan, akar pun jadi ….), beliau langsung ditodong ceramah. Materi ceramah usai tarawih cukup menarik. Beberapa yang bisa diingat, al:
”… Apa sih yang harus kita lakukan untuk mengisi hidup ini? Pada hakikatnya, manusia hidup di dunia hanyalah untuk menjalankan perintah Allah SWT. Kita belajar, mencari nafkah, hanya untuk mencari ridla Allah SWT. Jangan sampai ada sedikit pun untuk kepentingan dunia. Karena masalah dunia sudah ada jaminan dari Allah SWT, yang belum ada jaminan adalah masalah akhirat … “
“ … Jangan terlalu ngoyo dalam masalah dunia. Serius/sungguh2x itu harus, tapi jangan ngoyo, sampai tidak ada waktu untuk sholat, ngaji …”
“… Kita harus berterima kasih kepada orang miskin. Contoh, abang becak. Pernah nggak terbayang perasaan mereka saat mengayuh becak di terik matahari, sementara penumpang menikmati kayuhan dengan santai. Sudah capek, abang becak kadang2x masih dapat bonus bau surga, kalau penumpang kebetulan sedang sakit perut …”
Mungkin hanya itu point2x penting yang bisa diingat. Maklum, ibu2x mendengarkan ceramahnya sambil bolak-balik ke ruang makan, untuk menyiapkan teh dan menanak nasi buat sahur besok.

Ibu2x yang bertahan sd pagi

Anggota PI Saijo yang menginap hanya 5 orang, mbak Nisfu, mbak Piti, mbak Widi, mbak Ida, mbak Nanik, plus para penggembira cilik, Fida chan, Azalia chan, Hana chan, Taqi kun, Hani chan dan Roy kun. Kami ber-11 tidur bersama di salah satu ruang tidur wanita. Sulit sekali untuk mengawali tidur, terutama karena para penggembira cilik bergantian nengok ke luar. Suara ”sreeeg” geseran pintu yang berulang kali, menjadi penyebab utamanya. Setelah beberapa lama, karena kecapekan, kami semua tertidur juga.

Jam 24:00. Suasana sunyi sepi. Orang-orang sudah tidur. Bu X yang sejak beberapa menit lalu sudah terjaga, membuka mata. Gelap. Sesaat kemudian, ketika mata mulai terbiasa, terlihat bayangan ibu2x dan anak2x yang sedang tidur. Bagaimana ya? Jadi, enggak, jadi, enggak. Aduh, bagaimana? Mau ke kamar kecil sendiri, ngeri … Tapi, rasanya sudah tak kuat menahan lebih lama lagi. Nekat ah! Pelan sekali, bu X bangkit, berjalan ke arah pintu, menggesernya ”sreeeg”. Meski lorong terang benderang, tapi sunyi sekali. Mana jam 24:00 lagi. Di film2x horor, hantu2x biasanya keluar setelah lewat jam 24:00. Jangan2x, hantu di sini pun ngikutin kebiasaan teman2xnya yg ada di film. Hiiii. Karena perut tidak bisa diajak kompromi, Bu X pun membulatkan tekat. Pelan tapi pasti, langkahnya menuju ke kamar kecil wanita. Untung, kamar kecil pun terang benderang. Cepat-cepat bu X membuka pintu toire, dan ”sssshhhhh ….”, penutup WC membuka sendiri. Bu X terpana, belum habis kekagetannya, ”currrrrrr ….”, air di WC mengucur. ”Waaaaaaa ….” hanya itu teriakan bu X sesaat sebelum terdengar suara ”blug …”, seperti suara benda besar jatuh. Bapak2x yang ruang tidurnya paling dekat dengan kamar kecil wanita, segera berlarian. Mereka memindahkan bu X yang pingsan ke ruang tidur wanita. Setelah siuman, dengan terbata-bata bu X berkata, ”Ada hantu ….” Suara seseorang menimpali, “Di mana hantunya bu?” “Ada di WC. Waktu saya ke toire, tiba2x penutup WC membuka dan air mengucur ….” Gubrak! Beberapa orang tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Walah bu X! WC-nya kan otomatis, mesin yang menggerakkannya, bukan hantu. Hehehe … (baca dari belakang: .fitkif ini fargaraP ¡ayacrepid nagnaJ)

Pas sahur, ada insiden yang cukup menghebohkan. Nasi habis sebelum seluruh peserta makan sahur. Aha! Beberapa orang, termasuk pak Ustadz, harus menunggu matangnya nasi periode 2. Ibu2x cengar cengir dengan kejadian ini. Mbak Nisful berinisiatif mengupas apel dan ketimun, membagikannya ke peserta, “Sambil menunggu nasi, buahnya silahkan dinikmati dulu.” Hehehe, tak ada nasi, buah pun jadi ….

Setelah sholat subuh ada ceramah lagi. Kali ini tentang 9 tips untuk menjadi orang sukses, di antaranya kerja keras, cita2x yang besar, manajemen waktu, prioritas, dan apa lagi ya …. Gomennasai, benar2x lupa. Waktu itu terlalu serius mendengarkan. Semakin serius semakin cepet lupa ….

Acara terakhir adalah bersih-bersih. Ruang tidur, ruang makan, kamar kecil, semua tempat yang telah digunakan dibersihkan, dikembalikan ke keadaan semula. Sebelum pulang ke rumah masing2x, di depan penginapan Minaga, dilakukan foto bersama, aktifitas wajib yang tidak boleh dilupakan.

Alhamdulillah, 17 jam kebersamaan sudah dilalui. Mudah2xan membawa berkah bagi kami semua. Amin3x.

Tamat.

Tulisan di atas di salin dari :

http://nanik.wordpress.com/2008/09/21/minaga-2/

Read Full Post »

Older Posts »