Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2013

Oleh Bapak. Sofitra

Sabar terhadap apa-apa yg telah Allah taqdirkan adalah bagian dari keimanan (aqidah) dan tauhid kpd Allah. Ini berarti mencela keadaan pada hakikaatnya adalah mencela Allah SWT yg telah menetapkan taqdir tsb.
Keutamaan sabar:
Imam ahmad: Allah telah menyebutkan sabar di 90 tempat dalam Alquran.
Hadist:
Kesabaran adalah cahaya (Riwayat Ahmad & Muslim)
Faedah hadist:
Tanpa kesabaran orang akan mendapatkan kegelapan “dzulumat”
Hadist:
Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas kegunaannya – daripada karunia kesabaran (Bukhari & Muslim)
Faedah hadist:
Kesabaran hakikatnya adalah perkara dan karunia yg besar. Dengan modal kesabaran seseorang akan tentram dalam melalui segala keadaan . Sehingga karunia dunia yg lain tdklah ada artinya dibandingkan dengan kesabaran.
Atsar:
Dari Umar bin Khattab RA: Kami berhasil memperoleh penghidupan terbaik kami dengan jalan kesabaran
Faedah hadist:
• Tanpa kesabaran yg ada hanyalah kesengsaraan/kegalauan hidup. Contoh-contoh kehidupan yg menyakitkan hati: jujur  nggak sukses, parenting sdh maksimalanak ttp tdk sholeh, dikaruniai anakcacat, sakit kronis.
• Meminta kesabaran (bukan 1-2) tetap sebanyak-banyaknya. Doanya: Allahumma afrig ‘alaina sabran (Ya Allah, TUANGKAN atas kami kesabaran).
Hadist:
Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan KELAPANGAN HIDUP, iapun BERSYUKUR, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia DITIMPA KESUKARAN – yakni yang merupakan bencana – iapun BERSABAR dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.”(HR. Muslim)
Faedah hadist:
Jika kita mengenal dan mengimani Allah dengan segala sifat-sifatNya, maka kita tahu bahwa setiap yg telah terjadi di dunia adalah atas izin dan taqdir Allah SWT. Yang sudah terjadi disabari, yg belum diusahakan dan diikhtiarkan sebaik-baiknyanya, lalu bertawaqal kepada kepada Allah SWT akan hasil yg akan diperoleh.
Atsar:
Dari Ali bin abitolib RA: Kedudukan sabar terhadap keimanan seperti kedudukan kepala terhadap jazad.. TIDAK ADA IMAN bagi seseorang yg tidak memiliki kesabaran.
Faedah hadist:
• Jika kepala hilang maka badan akan mati. Iman berkurang dengan kurangnya sabar, imannya hilang dengan hilangnya kesabaran.
AlQur’an:
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir ( Al-Ma`ārij 20-21).
Faedah:
Manusia adalah mahluk dgn keluh kesah. Ini adalah sifat asli manusia.

Sabar terhadap apa saja?
• Sabar dikatagorikan dalam 3 kondisi:
o Sabar untuk menjalankan hal-hal yg diperintahkan,
o Sabar untuk meninggalkan larangan dan
o Sabar terhadap segala ketetapan Allah SWT.

Sabar harus bagaimana?
• Definisi Sabar: menahan jiwa dari keluh kesah e.g., menjaga lidah dari ucapan jelek, marah mengenai taqdir; anggota badan terjaga dari merobek pakaian, rambut/ memukul muka.
• Kasih sayang adalah rahmad. Hati boleh bersedih krn itu manusia,bahkan mata boleh menitikan airmata, tetapi tdk keluar perkataan dari mulut kecuali kalimat yg Haq yaitu: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Hadist:

Dari Aisyah ra, Jika kepada Beliau SAW datang perkara yg MENGGEMBIRAKAN, maka Beliau berucap:

“Alhamdulillahi alladzi bini’matihi tatimmu alshoolihaati”
Artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna.

Dan apabila datang kepada Beliau perkara yang MENYEDIHKAN, Beliau berucap:

“Alhamdulillah ‘ala kulli hal”
Artinya: Segala puji bagi Allah, atas segala keadaan

(Ditakhrij Ibnu As-Sunni, Al Hakim dan Al-Albani dalam shahih Al-jami’ [4/201]

Read Full Post »

Rujukan/sumber:

  1. Buku Meraih Pahala besar dengan Amal Sedikit oleh Ustadz Badrussalam  (sumber utama tulisan)
  2. Kitab الأجر الكبير على العمل اليسير  oleh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf
  3. Kitab   عمل يسير وأجر كبير    Oleh Dr. Muhammad Shalih Al Munajjid

 

Motivasi Tema kajian:

وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik (QS. Al Isra: 19)

  1. A.       Hendaklah setiap Muslim YAKIN Adanya balasan/Pahala bagi orang yang beramal Sholeh

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمۡ أُجُورَهُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥٧

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka…(QS Ali Imran 57)

(Red: lihat jg di Al-Quran: QS Al Baqarah 261, 277 dan QS Al Isra 19)

 

  1. Hendaklah setiap Muslim MEMOTIVASI diri untuk mencari Pahala
    1. Agar dapat merealisasikan tujuan kita diciptakan (QS Ad Dzariyat 56)
    2. Bahwa tak selamanya seseorang itu sehat, kaya, luang sedangkan kematian bisa datang tiba-tiba
    3. Agar tidak menyesal di hari kemudian akan kelalaianya di dunia.

supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah) (QS Az Zumar 56)

 

  1. C.       Hendaklah setiap Muslim memahami PANDUAN agar Meraih Pahala yang Besar
  2. Memahamai syarat diterimanya Ibadah
  • Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia beramal shalih, dan janganlah ia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada Rabbnya (QS Al-Kahfi 110)
  • Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah  (QS Al Hasyr : 7)
  • Jadi syarat diterima Ibadah yaitu: harus Ikhlas dan sesuai dengan syariat/sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (Tafsir Al Qura’anil ‘adziem 5/154 Ta’liq Hani Al Haaj)

 

  1. Ibadah harus disertai Niat yang benar dan ikhlas; Dalil Hadits: “Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan…. (HR Bukhari no 1 dan Muslim 1907)
  2. Ibadah yang sesuai sunnah dan contoh Rasulullah adalah yang terbaik.

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik untukmu, bagi orang yang menginginkan Allah dan hari akhirat dan banyak mengingat Allah” (QS Al Ahzab 21)

  1. Bersikap pertengahan dan Istiqomah dalam Sunnah lebih baik daripada berlebihan dalam tapi tidak ada tuntunan dari Rasulullah. Hadits: “Barang siapa yang beramal dengan suatu amal yang tidak ada asalnya dari perintah kami, maka amal tersebut tertolak”. (HR Bukhari (2/753/2035), Muslim (3/1343/1718)
  2. Pahala Ibadah dilipat-gandakan pada waktu yang mulia; diantara waktu yang utama; 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, 10 akhir ramadhan, hari jumat. (dan lainnya yang ada haditsnya dari Rasulullah)
  3. Pahala Ibadah dilipat-gandakan pada tempat yang mulia; diantaranya masjidil haram, masjid nabawi, masjid aqsa, masjid quba (dan lainnya yang ada haditsnya dari Rasulullah)
  4. Ibadah yang memberikan manfat ke orang lain lebih utama dari pada Ibadah untuk diri sendiri. Hadits: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Thabrani/Daruqutni, dan  Albani fi Shahihul Jami’ no. 3289) diantaranya; berbagi ilmu, nasehat, waktu yang bermanfaat
  5. 8.      Bila bertemu dua ibadah maka dahulukan yang wajib daripada yang sunnah. Hadits: Dan tidaklah hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya (HR Bukhari no 6502)
  6. 9.      Bila bertemu dua ibadah wajib maka dahulukan yang paling/lebih wajib. Misalnya mendahulukan yang fardhu ‘ain daripada fardhu kifayah. Taat kepada ibu lebih utama/didahulukan dibandingkan ayah. Mempelajari Aqidah/Tauhid yang benar lebih didahulukan sebelum yang lainnya.
  7. 10.  Ibadah yang lebih memperbaiki hati lebih utama dari yang selainnya. “Pada hari tidak bermanfaat harta dan anal-anak, kecuali siapa yang datang dengan membawa hati yang selamat. (QS Asy Syu’ara 88-89)
  8. 11.  Semakin sulit ibadah semakin besar pahala yang diraih; Dalil Hadits: Maukah aku tunjukkan kepada amal yang dengan Allah hapuskan kesalahan-kesalahan dan meninggikan dengan derajat ? mereka berkata,” Mau wahai Rosulullah !” Beliau bersabda,”Menyempurnakan wudhu ketika sulit, banyak berjalan menuju masjid, dan menunggu sholat setelah sholat (HR Muslim 1/219 no 251).
  9. 12.  Suatu amal, semakin besar manfaat/faidahnya maka semakin besar pahalanya
  10. 13.  Hendaklah mengetahui Ibadah yang paling utama. Dalil Hadits: Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya,” Amal apa yang paling utama ? beliau menjawab,” Iman kepada Allah dan Rosul-Nya”… (HR Bukhari no 26). Misalnya (sholat wajib, berjamaah dimesjid, di shaf pertama, sebelah kanan).
  11. Mempertimbangkan antara maslahat dan mudharot. Misalnya meninggalkan sunnah untuk menghindari mudhorat yang besar.

 

 

  1. D.       Diantara Amalan ringan dengan Pahala yang besar
    1. Membaca : Subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim. Hadits: “Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat ditimbangan: (yaitu bacaan) Subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim” (HR. Bukhari no 7/168 dan 8/70)
    2. Wudhu dengan sempurna dan membaca do’a. Hadits: “Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian selesai wudlu dia membaca: (doa wudhu yg shahih–red) maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia sukai.” (HR. Muslim, Abu Daud, lihat Shahih Targhib wa Tarhib I/166 no. 217 )
    3. Shalat dhuha dua rakaat. Hadits: “Setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah, amar ma’ruf nahi munkar bernilai sedekah, dan semua kewajiban sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim no.  720)
    4. Membaca/mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an. Hadits marfu’: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan yang mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5027)
    5. Shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh. Hadits: “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)
    6. Membaca shalawat. Hadits: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak) (HR an-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904) dan al-Hakim (no. 2018),
    7. Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan. Hadits: “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. ….” (HR. Muslim, IV: 2060; Abu Daud, 4609)

 

Dan masih cukup banyak lainnya dan lengkapnya sebagaimana dijelaskan pada kitab rujukan diatas.

(Wallahu’alam)

 

Semoga Allah melimpahkan taufiq, kekuatan, dan kemudahan kepada kita sekalian untuk beribadah secara Ikhlas sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.

Saijo, Japan

7 Muharram 1435 H / Nov 10, 2013

 

Image

Read Full Post »